Dua kata yang saat ini sangat menghantui para mahasiswa tingkat akhir. Menurut pengakuan dari beberapa orang, bahkan mereka merasa agak sensitif kalo mendengar kata-kata ini. Dua kata yang bisa membuat seseorang menangis, menjerit ataupun tersenyum. Sebagai mahasiwa tingkat akhir tentu aku juga merasakan hal ini. setiap hari harus bolak-balik baca jurnal untuk menemukan topik yang tepat untuk penelitian skripsi. Alhamdulillah untuk magang sudah diselesaikan pada saat liburan. Mungkin liburan sambil magang atau magnag sambil liburan ini merupakan liburan terakhirku terlama di rumah. Namun, laporan magang ku belum selesai sampai detik ini.
Beban mata kuliah untuk semester 7 juga bukan hanya itu saja. Walaupun sudah mahasiswa tingkat akhir, aku mengambil full 24 sks semester ini. Mungkin sudah ada banyak teman yang bertanya (what wrong with you??, why you take full sks for this term??). bahkan yang lebih parahnya mereka mengaitkan ini dengan “kerugian”. Banyak yang bilang aku gak mau rugi dengan bayaran kuliah mangkanya aku mengambil 24 sks. Ada teman yang bertanya pula, apakah aku tidak takut nilaku akan jeblok hanya gara-gara mata kuliah belanja. Namun, apabila ditanya alasan, aku juga belum punya jawaban pasti untuk menjawab semua pertanyaan ini. Aku memutuskan mengambil 24 SKS juga karena aku memang tertarik dengan mata kuliah yang aku ambil saat ini. Kalo ditanya soal nilai, bahkan aku tidak pernah memikirkan hal ini.
Aku melakukan hal ini bukan karena aku tidak ingin rugi atau karena nilai. Namun, aku melakukan hal ini karena aku MENYUKAI hal ini. aku tertarik dengan hal ini sehingga aku pun rela berkorban untuk mendapatkan ini. Disaat semua temanku hanya kuliah 2 hari dalam seminggu aku harus kuliah tiap hari. Disaat temanku hanya fokus pada laporan magang dan proposal skripsi, Aku mempunyai kegiatan baru yaitu mengerjakan tugas aktuaria dan segala tugas dari mata kuliah saat ini. Ditambah dengan hal baru yaitu membaca modul PAMJAKI. Tapi aku tidak pernah menyesal, bukannya semua yang kita lakukan sekarang akan berdampak di masa depan. Di saat lulus nanti mungkin aku akan mendapat dua gelar S.K.M dan AAAK (ajun ahli asuransi kesehatan). Setelah lulus nanti mungkin aku bisa bekerja di dua lapangan kerja yang berbeda di ranah bisnis asuransi dan lingkungan.
Banyak hal yang aku dapatkan selama kuliah di dept tetangga. Akhirnya, setelah 3 tahun kuliah disini aku mendapat inspiration lecturer. Dosen yang benar-benar mengagumkan buatku. Karena kuliah di ASKES aku lebih mengetahui tentang isu SJSN dan urgensi segera terwujudnya national coverage for the whole people in Indonesia. karena kuliah di ASKES aku mendapat kesempatan untuk mengikuti seminar dari pakar-pakar ekonomi kesehatan. Karena kuliah di ASKES aku mendapat banyak inspiration friend’s yang benar-benar membuatku ingin maju. Karena kuliah di askes aku merasa mendapatkan kakak, adik dan keluarga baru di FKM selain keluarga besarku di KL.
0 komentar:
Post a Comment